1 Desember 2010

CRPN_PAA IMAS SITI NURHASANAH_IMZHY NURRAMADHANIA KHAIRUNNISA_TAKDIR CINTA

TAKDIR CINTA

Ini tentang seorang gadis bernama Sisi yang tinggal di suatu kota bernama Ramangsari. Ia adalah gadis berumur 17 yang baik nan berperangai cantik. Sejak sekolah dasar sampai sekarang berada di sekolah menengah tingkat atas, ia selalu menjadi bintang kelas. Ia terlahir dari keluarga berada, semua yang ia mau pasti akan selalu ia dapatkan. Kehidupannya begitu sempurna.
          Tetapi apalah dapat dikata, Sisi mempunyai kisah cinta yang memilukan. Cinta pertamanya ditemukan sejak ia masuk ke sekolah menengah pertama. Ada seorang laki-laki yang merupakan kakak kelasnya menyukai dia. Sisi mengetahui bahwa ada seorang laki-laki bernama Rafka menyukai dirinya.  Suatu hari, Rafka mengajak Sisi untuk bertemu, tapi Sisi menolak karena ia harus mengikuti kegiatan ekstra kulikuler sampai sore. Ternyata, Rafka menunggu Sisi sampai sore. Sore itu di kantin pojok sekolah, mereka duduk berdua.
Rafka berkata, “Sebenarnya dari dulu aku..... aku.....”.
Sisi menyanggah : “Eh kak, saya kira kakak tidak menunggu” (Sisi bterheran-heran).
Rafka : “ Ih....Sisi kok gitu??? Akju kan sedang bicara, kamu kok memotongnya begitu saja.”
Sisi : “ Maaf kak, habis saya kaget ternyata kakak menunggu saya.”
Rafka : “ Aku tuh suka sama kamu.....” (Rafka mengatakan itu dengan nada keras&sedikit kesal).
Sisi kaget, ia hanya diam dan tersenyum malu. Kemudian mereka pun pulang berdua. Perjalanan cinta mereka pertamanya berawal bahagia, tetapi beberapa bulan kemudian harus menempuh kerikil tajam pula.
Akhirnya tiba jua saat mereka berpisah, Rafka adalah siswa kelas 3 SMP. Akhir tahun pelajaran, Rafka menginjak ke bangku SMA dan ia memilih sekolah di lur kota sehingga mereka berpisah dan tidak bisa berkomunikasi dikarenakan mereka tidak mempunyai alat komunikasi.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, mereka masih tetap setia walaupun tak bisa bertemu dan jua tak bisa berkomunikasi. Tetapi, beberapa minggu kemudian, Rafka mulai tergoda oleh gadis sekitar lingkungannya. Ia menghianati Sisi.


***************** Bersambung ****************

0 apresiasi:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys