2 Juni 2010

Mereka

Aku benci
Mulut manis mereka
Tertutup cadar sutra terbalut salju
Lontar – lontar bualan nan bualan
Terdengar telinga hati
Aku muak mereka
Selalu memandang kaca mata tuanya
Bahkan menabur sentuhan suara
Ataupun laku
Kepalanya hanya tuk satu hunian
Sebuah pandangan sepintas
Cukup tuk ucap cinta
Terhadap kami
Sang pejuang eman sipasi

0 apresiasi:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys