2 Juni 2010

Kapan?

Sinar mentari pagi
Menembus gentng kukuh legam mega
Sisa-sisa air mata langit malam itu
Memberikan secerah harap pada hari
Tentang senyuman manis langit pagi
Teriringi lagu merdu para pipit
Dengan melodi kibasan angin pada beringin

Namun hanya kelam pada sepasang mata
Pun hanya sunyi pada sepasang telinga
Tak ada cahaya...
Tak ada lagu...
Tak ada melodi...
Yang ada hanya tanya hati
Kapan aku akan melihat cahaya?
Kapn aku kan mendengar melodi?
Kapan??!
Terlalu lama aku singgahi dunia
Namun aku tak pernah mengenalnya.

Tetap disini


Hari ini...
Aku enggan bermimpi dalam jagaku...
Atau mungkin terjaga saat bermimpi...
Aku ingin tetap disini
Geplindung dalam belasan sutra bunda
Menggapai kunci-kunci surga
Yang terlahir dari gerak bibirnya
Meski kadang aku membuat goresa hitam
Sungguh...
Aku selalu berusaha untuk menghapusnya
Namun, apakah daya
Sekali lagi aku buat ia kecewa
Kristal – kristal yang tak pernah ingin kulihat
Kini menghiasi rautnya
Yang meski ia sembunyikan
Namun kutahu ia kelelahan

Aku ingin tetap disini
Kumemohon pada sang pemimpin waktu
Untuk biarkan aku diam disini
Tapi ternyata...
Ia tak pernah terhenti satu mikro detikpun
Terus menyeretku untuk tetap menjadi budaknya
Patuhi segala inginnya...
Mencambuk rinduku...
Merobek – robek asaku...
Membunuh inginku..
Aku ingin tetap disini....
Meski akhirnya kutinggalkan ruangku
Bersama bunda
Dengan sesalku
Yang melebihi himpunan bintang gemintang

Aku mengerti

Aku menangis
Saat tersayat pisau
Yang kau tau tak boleh ku sentuh

Aku merintih
Saat tertusuk duri
Yang ku tau tak boleh ku injak

Aku menjerit
Saat tersengat ubur – ubur
Yang ku tau tak boleh ku dekati

Namun...
Pisau itu terlalu berkilau
Duri itu terlalu menarik, dan
Ubur – ubur itu teramat cantik

Aku sentuh ia, aku pijak, aku dekati...

Saat kusadar pisau
Pisau itu tak untuk memotong tanganku....
Aku mengerti

Saat ku sadar
Duri itu tak untuk ku injak
Aku mengerti
Saat ku sadar
Ubur – ubur itu tak untuk ku dekati
Aku mengerti...
Bahwa aku tak mungkin bersamanya.




0 apresiasi:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys