skip to main |
skip to sidebar
Dia menangis sebasah gerimis hari kamis
Ia menderita seakan tak ada berita dari kota
Dirinya berselimut gelap berbantal sunyi
Dia bermimpi tentang nikmatnya secangkir susu hangat
Dia berkeinginan menyelami lautan senyum
Dia berbisik pada telinga waktu
Oh waktu....kembalikan aku ke tempat asalku
Hapus semua jejak kehidupanku di sini
Bebaskan aku dari penjara dingin tak bertepi
Dia mencaci pada siang ruang
Dia menghujat sang angin semilir
Dia menunutut keadilan pada mentari pagi
Apa daya semua pergi menghilang .....
Semua meninggalkan dia di batas akhir kegelapan
Semua mencampakkannya di dalam kesunyian abadi
Hanya satu keinginan dia saat ini....
Berharap ada cinta menghampiri
Mengajanya bermain mengalunkan simfoni
Membawanya mereguk kenikmatan
Secangkir kehangatan
Kota Resik, 3 November 2009
0 apresiasi:
Posting Komentar